Rabu, 28 September 2022

Parta Krama

 


Jodoh sejati (Parta krama/ Pernikahan arjuna)

Hari yang cerah di negara dwarawati yang dihiasi dengan indahnya kicau burung-burung dari berbagai jenis yang berbeda, taman yang dihiasi oleh berbagai tanaman bunga yang berwarna-warni yang menyebarkan berbagai aroma wewangian, kumbang-kumbang beraneka ragam yang saling berebut sari-sari  bunga, burung merak dengan bulu indahnya bebas berkeliaran di taman negara dwarawati. Meski negara dwarawati adalah negara yang tidak terlalu besar namun negara ini adalah negara yang makmur penuh dengan kedamaian, rakyat hidup dengan damai sejahtera, selain di batasi oleh tembok benteng pertahanan yang tebal dan para prajurit dan punggawa selalu siap menjaga keselamatan kerajaan, negara dwarawati ini sangat tentram karena sang raja yang bertahta bukanlah seorang raja biasa, ia adalah prabu sri batara krisna yang sangat terkenal sebagai titisan dewa wisnu sebagai dewa kebahagiaan. Pagi itu di pendopo agung negara dwarawati yang megah dengan berbagai hiasan ukiran pada setiap sisi bangunannya, serta hiasan patung-patung yang dibuat detail yang berlapiskan emas dan berhias permata. Prabu krisna yang tengah duduk di singgasana emas kerajaan dwarawati itu tengah menyambut kehadiran kakaknya dari negara mandura yaitu prabu baladewa atau balarama. Kehadiran prabu baladewa selain menjaga tali persaudaraan, prabu baladewa  juga diutus oleh mertuanya yaitu prabu salyapati raja di negara mandaraka. Anak dari prabu salyapati yaitu burisrawa tengah tergila-gila oleh kecantikan sembadra atau rara ireng adik perempuan dari prabu baladewa dan sri krisna. Prabu baladewa merasa ia harus dapat mewujudkan pernikahan burisrawa dengan adiknya tersebut karena itu adalah perintah dari mertuanya, balarama merasa malu jika tidak bisa mewujudkannya karena ia sudah dikenal sebagai raja besar dan berwibawa. Sri krisna yang mendengar tujuan kakaknya itu merasa sedikit bingung untuk menjawab, karena jauh hari sebelumnya prabu kresna sudah menerima lamaran dari negara amarta yaitu dewi kunti yang melamar sembadra untuk dinikahkan dengan arjuna atau parta dimana hal itu sesuai dengan wasiat yang diberikan oleh ayahanda mereka prabu basudewa raja mandura karena dulu saat di negara mandura terjadi kerusuhan yang di lakukan oleh prabu kangsa dewa, saat baladewa dan krisna diringkus tak berdaya oleh kangsa dewa, arjuna menyelamatkan mereka dengan melepaskan panahnya yang menancap di dada kangsa dewa sehingga baladewa dan krisna yang diringkus itu bisa terlepas dan kemudian melemparkan senjata mereka cakra dan nenggala yang akhirnya meleburkan tubuh kangsa tak bersisa. Prabu krisna berusaha menjelaskan baik-baik kepada kakaknya itu namun baladewa tidak mau tau karena ini menyangkut harga diri balarama kepada mertuanya.

Tak lama kemudian dewi kunti yang ditemani oleh gatotkaca tiba di negara dwarawati, para penduduk dan punggawa negara dwarawati pun menyambut dengan baik kedatangan tamu dari negara amarta itu, begitu pula dengan prabu krisna, harya setyaki ,patih udawa, dan juga prabu baladewa yang juga sedang bertamu disana, mereka saling memberi salam dan saling mendoakan layaknya para bangsawan yang tengah menyambut tamu agung pada umumnya,  setelah saling memberi salam dewi kunti segera menyampaikan tujuan kedatangannya di negara dwarawati tersebut, yaitu melanjutkan pembahasan pernikahan arjuna dengan sembadra, sri krisna pun menanggapi dengan baik, dengan penuh kerendahan hati sri krisna menjawab bahwa selain krisna, dewi wara sembadra adalah adik dari prabu baladewa, untuk itu selaku kakak tertua sri krisna mempersilahkan prabu baladewa untuk menjawab lamaran dari negara amarta tersebut. kemudian prabu bala dewa yang sejak awal sudah membawa misi dari mertuanya yaitu prabu salya untuk menikahkan burisrawa dengan sembadra maka dengan tegas baladewa mengatakan kepada dei kunti bahwa dulu saat masih muda baladewa mempunyai sebuah janji bahwa jika  suatu hari nanti ada seorang pria yang ingin meminang atau menikah dengan sembadra , maka pria itu harus bisa memenuhi syarat yang diajukan, dewi kunti pun memaklumi hal tersebut karena sudah selayaknya bahwa jika seorang wanita akan dinikahi maka wanita itu berhak untuk meminta syarat atau maskawin, kemudian setelah dewi kunti mengijinkan baladewa menyebutkan syaratnya dengan tegas bala dewa meminta turunnya hiasan kadewatan atau hiasan yang biasa dimiliki oleh para dewa di khayangan yaitu kayu klebu dewandaru , debog atau batang pohon yang memiliki pupus cinde puspita, jambu dipa nirmala, pelem/mangga pertangga jiwa, lombok dan terong yang berisi mutiara,, gamelan lokananta yang bisa berbunyi diudara dan dimainkan oleh para dewa, bala dewa ingin besan dan pengantin dirias oleh dewa tampan dan cantik yaitu batara kamajaya dan kamaratih, bala dewa juga menginginkan pengantin naik kreta kencana yang ditarik oleh kuda berkepala raksasa dan dipayungi oleh para dewa, baladewa meminta ada seekor kera putih yang menari didepan kreta kencana, dan yang terakhir baladewa meminta serah terima kebondanu/banteng yang berwarna hitam legam dan memiliki garis putih dikakinya berjumlah seratus empat puluh. Mendengar apa yang menjadi syarat yang disebutkan oleh baladewa, dada dewi kunti serasa sesak bagai petir menyambarnya, gatot kaca yang yang tanggap dengan suasana itu segera mendekati dewi kunti untuk mengajaknya pulang dengan digendong terbang, namun dewi kunti tidak mau dan dengan tenang menjawab dan menyetujui apa yang diajukan oleh baladewa. Setelah itu dewi kunti pamit dengan sri krisna dan baladewa dan segera kembali, gatot kaca pun mengikuti dewi kunti dengan memohon pamit kepada semua yang hadir kecuali baladewa dan segera pulang. Baladewa merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh gatotkaca , namun sri krisna menjelaskan bahwa yang keterlaluan adalah baladewa sendiri, karena dengan mengajukan syarat yang begitu banyak dan serba berbau khayangan adalah hal yang tidak mudah, baladewa tidak perduli karena ia membawa misi untuk menikahkan burisrawa dengan sembadra, namun sri krisna mengambil jalan tengah, karena bala dewa adalah seorang raja, dan sabda raja tidak boleh berubah-ubah maka siapapun yang ingin meminang smebadra harus bisa memenuhi syarat yang diajukan sebagaimana yang diajukan baladewa kepada arjuna. Baladewa merasa dibodohi oleh krisna dengan menggunakan senjata makan tuan, namun baladewa tetap bersikeras untuk bahwa burisrawalah yang  harus berhasil menikah dengan sebadra, bala dewa pun segera pergi dari pasewakan atau pertemuan di negara dwarawati tanpa pamit. raden setyaki senopati andalan sri krisna khawatir dengan hal yang terburuk dan yang paling ditakutkan  yaitu jika keluarga dari pandawa tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh baladewa maka Bima bisa memporak porandakan negara mandura dan dwarawati,   sri krisna pun meminta setyaki memperketat penjagaan dan segera membubarkan pertemuan di pendopo negara dwarawati itu.

Setelah sampai di negara amarta kunti disambut oleh para pandawa dengan penuh harap, yudistira dan semua adik-adiknya sudah menanti kedatangan ibunya yang ditemani oleh gatotkaca itu, namun setelah dewi kunti menceritakan tentang semua yang terjadi di negara dwarawati, bima marah besar dan mengajak arjuna pergi ke dwarawati dengan dipayungi pusaka gada rujak polo milik bima, jika nantinya arjuna tidak diizinkan menikah dengan sembadra maka semua orang dwarawati dan mandura akan dihabisi bima, namun kemarahan bima itu berhasil diredam oleh ibunya, dan karena ibunya sudah menyanggupi syarat yang ditentukan oleh balarama maka dewi kunti membagi tugas kepada pandawa dan putranya,, bima ditugaskan mencari kereta kencana yang ditarik oleh kuda berkepala raksasa, arjuna ditugaskan naik ke khayangan cakra kembang milik batara kamajaya dan batari kamaratih dimana arjuna sudah dianggap sebagai saudara mereka. Gatot kaca ditugaskan untuk pergi ke gunung sapu angin menemui begawan hanoman untuk dimintai tolong menari di depan kereta kencana sekaligus meminta informasi tentang maesandanu/kerbau hitam dengan garis putih di kaki mereka dimana kerbau itu adalah binatang milik para dewa. Yudistira pun ditugaskan untuk mendekorasi kerajaan amarta yang akan digunakan untuk menyambut acara pernikahan tersebut. bima yang merasa bingung mau pergi kemana untuk mencari kereta kuda berkepala raksasa itu didekati oleh ponokawan semar, abdi setia yang sebenarnya adalah jelmaan dari batara ismaya salah satu dewa tertinggi di khayangan. Semar memberi tahu tentang sejarah dan letak dimana kereta emas itu berada, kereta itu tak lain adalah kereta yang dulunya milik raja besar dan sakti di negara alengka prabu dasamuka atau prabu rahwana. Dimana sekarang kerajaan itu bernama singgelapura dan yang bertahta sebagai raja adalah prabu bisawarna anak dari kunta wibisana adik dari dasamuka. Bima dengan ditemani oleh petruk, berangkat menggunakan aji blabag pengantul-antul segera berangkat ke singgelapura dengan cepat, dengan kecepatan seperti angin sang bima sekali lompat sudah sampai di pesisir pantai negara singgelapura,, disana bima disambut oleh para pajurit dan para raja bawahan prabu bisawarna, bima dikeroyok karena orang asing namun memaksa masuk ke negara tanpa izin, namun dengan kekuatan bima semua prajurit singgelapura kuwalahan dan mundur, prabu bisawarna yang mengetahui kekacauan yang dibuat bima segera menemui bima dan membicarakan baik-baik, bima pun mengatakan tujuannya datang ke negara singgelapura dan petruk yang ikut dengan bima itu pun memperkenalkan kepada prabu bisawarna bahwa bima adalah majikannya yang sekarang diikuti oleh kyai lurah semar, maka prabu bisawarna meminta maaf atas sambutan yang diberikan oleh prajurit singgelapura kepada bima, dan prabu bisawarna bersedia meminjamkan kereta kencana yang ditarik oleh kuda berkepala raksasa yang menjadi pusaka negara singgelapura itu.



Disisi lain gatotkaca yang pergi menemui begawan hanoman yang ditempuh dengan terbang pun dengan cepat segera sampai di gunung sapu angin, begawan hanoman yang melihat putra bima itu segera menyambut dengan baik, gatot kaca memberi tahu maksut dan tujuannya datang ke hadapan anoman dan sekaligus bertanya dimana keberadaan kebondanu atau kerbau yang berwarna hitam legam dengan garis putih di kakinya. Begawan hanoman menyetujui untuk menari didepan kereta kencana, dan memberi tahu bahwa kebondanu itu adalah binatang suci peliharaan para dewa, yang di gembala oleh dadungawuk, maka gatot kaca segera naik ke khayangan untuk mencari kerbau tersebut.  sesampainya di khayangan di repat kepanasan/padang luas tempa para kerbau khayangan berkeliaran, gatotkaca menggiring kerbau itu dan berusaha menangkapnya satu persatu, namun ada satu kerbau yang agak liar dan melawan gatotkaca, hingga keibutan ini diketahui oleh dadung awuk, raksasa khayangan yang ditugaskan untuk menggebala kerbau ndanu tersebut. gatot kaca pun diserang oleh dadungawuk dan pertarungan terjadi begitu dasyat karena dadungawuk adalah raksasa khayangan dan gatot kaca juga keturunan darah raksasa dari pringgondani. Keduanya seimbang dan saling menggunakan kekuatan masig-masing hal ini kemudian diketahui oleh sang kaneka putra atau batara narada yakni penasehat dari batara guru atau raja para dewa. Pertarungan pun dapat dihentikan dan gatotkaca menjelaskan maksut dan tujuannya ke khayangan. Setelah itu gatotkaca diizinkan oleh para dewa meminjam kerbau ndanu dan membawanya sebagai syarat pernikahan arjuna.

Di sisi lain arjuna yang naik ke khayangan cakra kembang untuk meminta bantuan batara bagus kamajaya dan kamaratih untuk merias penganten dan keluarga pengantin, diikuti oleh kyai lurah semar yang sebenarnya adalah penjelmaan dari batara ismaya , kakak dari bataraguru rajanya para dewa, oleh karena itu sekalian kyai lurah semar meminjamkan gamelan lokananta yang ditabuh oleh para gandarwa dan dewa, dan rerengan atau benda benda pusaka yang indah dari khayangan yaitu kayu klepu dewandaru, debog degan cinde puspita atau dengan hiasan bunga indah yang aneh dan tidak pernah ada di bumi, makanan par dewa jambu dipa nirmala , pelem/mangga pertangga jiwa, lombok terong yang berisikan mutiara.  dengan begitu lengkap sudah syarat yang diajukan oleh baladewa sebagai mahar pernikahan arjuna dengan sembadra.

Setelah semua syarat terkumpul maka para keluarga pandawa pun mengiringi arjuna sebagai penganti pria yang diikuti oleh arak arakan kereta kencana yang berkusir kera putih, kerbau sebanyak 140, benda-benda dari bangsa dewa dan semua syarat yang diajukan baladewa dan dipayungi oleh para dewa dengan diiringi gamelan lokananta.

Pernikahan antara arjuna dengan sembadra pun berjalan dengan baik dan siapa yang menduga bahwa syarat yang begitu berat yang diajukan oleh baladewa justru menjadi anugrah besar dan pernikahan arjuna dengan dewi sembadra tercatat dalam sejarah menjadi pernikahan yang paling berkesan dimana titah sawantah atau manusia biasa yang selalu dipayungi oleh para dewa dalam mengabdikan diri sebagai seorang kesatria dimana saat menikah justru difasilitasi dengan benda benda para dewa khayangan.

Dan didalam budaya yang berkembang di masyarakat jawa secara turun temurun pernikahan arjuna ini menjadi standar untuk ritual pernikahan yang masih digunakan hingga sekarang dimana syarat pernikahan masih menggunakan kembar mayang dan beberapa hiasan yang sebenarnya bukan sekedar hiasan yang diibaratkan sebagai ‘Rerenggan kadewatan kayu klepu dewo ndaru debog suasa kang pupus cinde puspita ,jambu dipa nirmala, pelem pertangga jiwa, lombok terong ingkang isi mutiara kreta kencana pangirit turagga yaksa, pinayungan ara dewa, ketek putih, maesandanu 140 ules pancalpanggung’’

Dan masih diiringi dengan irinan gamelan sebagai  “gamelan lokananta yang bunyi di udara oleh para dewa”

Serta masih menggunakan riasan sebagaimana syarat dalam pewayangan ,besan dirias dewa bagus,”

Dari cerita ini dapat diambil pelajaran “bahwasanya jodoh adalah sudah menjadi takdir sang maha kuasa, jika sudah berjodoh walau dihalangi apapun, dibentangkan dengan jarak  dan dipersulit dengan berbagai syarat apapun tetap akan disatukan oleh sang pencipta dengan jodohnya. Dan jika tuhan semesta alam sudah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin baginya, dimana dalam cerita di atas digambarkan dengan syarat pernikahan yang diluar nalar dan sangat tidak mungkin diwujudkan oleh manusia biasa , namun atas kehendak dan ridho dari sang pencipta akhirnya arjuna dapat memenuhi syarat tersebut”


Oleh: Riyadi Setyawan S.Sn

Share:

Selasa, 27 September 2022

Wahyu Makhuta Rama/ Hastabrata

 


Makutarama

Awan hitam menutupi sinar matahari, bumi berguncang sewaktu-waktu, di sebelah timur lumpur panas muncul dari perut bumi hingga menerjang pedesaan, gunung gunung berapi mengeluarkan isi perutnya bencana terkjadi dimana-mana seolah bumi sudah tidak kuat menyangga dosa manusia. Banyak Rakyat jelata yang kelaparan , disisi lain para kurawa di dalam tembok kerajaan tidak menghiraukan keadaan yang dialami masyarakat, mereka hidup berfoya-foya siang malam seolah tidak terusik akan apa yang terjadi dengan masyarakat di sekitarnya. Setiap malam berpesta dengan berbagai fasilitas kerajaan yang mewah dan dimanjakan dengan makanan yang serba enak, pakaian yang serba mewah dan fasilitas kerajaan yang serba mewah , mengenakan perhiasan emas adalah hal biasa, makan dan minum dengan piring dan gelas berbahan emas dengan hiasan berlian adalah hal yang biasa dilakukan setiap hari di negara hastina, begitu kaya dan berkelimpahan harta di negara hastina seolah tidak akan habis jika diambil dan dihambur-hamburkan setiap harinya. Para kurawa yang berada dibawah nasehat patih harya suman selalu terbiasa dengan kemewahan dan fasilitas yang selalu tersedia. Serta sengaja tidak mau tau akan apa yang terjadi diluar tembok kerajaan dan derita yang dialami oleh rakyat jelata.

Arjuna yang melihat keadaan itu sudah tidak tahan lagi berada di kasatriyan madukara dan memutuskan akan pergi menepi ke gunung kutarunggu. Seperti biasa, arjuna selalu diikuti oleh ponokawan yang setia menemani, arjuna bertekat ingin mencari wahyu pakem makutarama yang menurut wisik atau pesan gaib yang diterimanya setelah bersemedi,  bahwa di gunung kutarunggu ada seorang wiku atau utusan dari dewa yang akan memberikan wahyu makutarama dan  anugerah yang diberikan oleh sang maha kuasa tersebut yang sekaligus menjadi sarana berhentinya bencana alam yang menyebabkan penderitaan rakyat dan akan menjadi harapan baru bagi rakyat jelata. Semar yang sebenarnya adalah dewa ismaya tanggap dengan apa yang menjadi tekat majikannya, dan semar pun mendukung apa yang menjadi niat baik majikannya itu.

Sementara itu di dalam kerajaan hastina di pendopo agung yang megah sedang mengadakan pertemuan atau pasewakan dimana para punggawa kerajaan menghadap sang raja di pertemuan tersebut. raja duryudana duduk di singgasana emas yang bertahtakan berbagai permata berlian dan intan. Dengan hiasan pendopo yang diukir detail dan indah. Saka atau tiang penyangga pendopo yang diukir sedemikian rupa hingga membuat pendopo agung terlihat begitu megah. Para punggawa duduk sesuai dengan drajad dan pangkat masing-masing dari patih sangkuni,guru drona, para penasehat, para senopati andalan seperti prabu karno suryaputra hingga para prajurit negara hastina yang memenuhi halaman seakan terlihat seperti ombak samudera. Hari itu terlihat lain dari pertemuan di hari-hari sebelumnya dimana sang mahatma bhisma yaitu kakek dari para pandawa dan kurawa yang bertapa di talkanda itu datang mengunjungi negara hastina. Sang resi bhisma prihatin melihat keadaan negara hastina yang sangat jauh berbeda dari saat masa pemerintahan ayahnya yaitu prabu sentanu. Resi bisma melihat keadaan kerajaan semakin kacau dan tidak tertata sejak duryudana yang menjadi raja.resi bisma pun memberi nasehat kepada duryudana untuk berhenti berfoya-foya dan memperbanyak untuk berpuasa dan bertapa. Resi bhisma juga memberi tau keadaan rakyat jelata diluar tembok keraton serta memberi tau akan berita baik yaitu dewa akan memberikan anugerah berupa wahyu makutarama yang akan diturunkan lewat peratara sang awatara yaitu begawan kesawasidhi di gunung kutarunggu. Dimana wahyu tersebut selain menjadi jalan terang akan bencana yang terjadi juga akan menjadi sarana siapapun yang mendapatkannya akan dapat menurunkan atau keturunannya akan kekal menjadi raja yang terhormat. Duryudana yang berada dalam zona nyaman pun tidak mau mendengarkan nasehat bhisma, ia malah mengatakan tidak membutuhkan wahyu dan hidupnya sudah enak. Ia tidak butuh wahyu dan dengan kekayaan negara hastina hidupnya akan bergelimang harta hingga tujuh turunan tidak akan habis. Resi bhisma yang mendengar ucapan cucunya itu pun seketika marah besar, ia sudah jauh-jauh dari talkanda memberi tau sebuah kunci untuk kesejahteraan negara hastina yaitu negara peninggalan leluhurnya namun ucapannya tidak didengar oleh cucunya yang tengah menjadi penguasa. Bhisma marah besar, ia pun mengatakan kepada duryudana bahwa jika bhisma mau ia sudah menjadi raja hastina dari dulu, namun karena bhisma lebih mengedepankan ketuhanan dan mencari ketenteraman maka bhisma memilih menjadi seorang pendeta , namun ternyata keputusan bhisma itu adalah kesalahan besar hingga negara hastina menjadi berantakan dan ugal-ugalan dibawah kepemimpinan duryudana. Setelah marah besar karena ucapannya sudah tidak didengar oleh cucunya bhisma pun pergi dari pendopo dan kembali ke pertapaan talkanda. Patih sangkuni pun membenarkan keputusan duryudana, untuk apa pergi ke hutan dan susah-susah mencari wahyu, hidupnya sudah enak dan bergelimang harta.

Sang prabu karna surya putra yang peka terhadap keadaan dan tanggap dengan apa yang disampaikan oleh resi bhisma segera maju menghadap raja dan memohon diizinkan pergi ke gunung kutarunggu untuk berusaha mendapatkan wahyu makutarama tersebut. duryudana yang tidak berniat mencari wahyu pun tidak mau tau dengan apa yang ingin dilakukan oleh prabu karna , terserah apa yang akan prabu karno lakukan, dan menegaskan bahwa duryudana tidak pernah menyuruhnya mencari wahyu. Setelah mendapat izin, Prabu karna segera berangkat seorang diri menuju ke gunung kutarunggu, setelah kepergian prabu karna duryudana pun menyuruh para kurawa pergi menyusul untuk menemani prabu karna, sangat lucu jika seorang senopati andalan ergi tanpa pengawal. Dan prabu duryudana menegaskan bahwa perintah untuk pergi mengawal prabu karno bukan untuk membantu mencari wahyu namun mereka disuruh untuk sekedar menemani sekaligus berwisata. Setelah mendengar perintah raja para kurawa segera berangkat mengerahkan pasukan untuk mengawal prabu karna dan pasewakan atau pertemuan di negara dibubarkan.

Jauh di gunung kutarunggu hanoman beserta para saudara tunggal bayu yaitu garuda mahambira, naga kuwera, raksasa wiljajahwreksa, serta resi maenaka yang menjadi siswa begawan kesawasidhi sudah bersiap untuk menjaga keamanan gunung dari kehadiran para tamu yang tidak diundang sesuai dengan pesan dari sang begawan bahwa tidak lama lagi akan ada tamu yang datang, maka hanoman diperintahakan memimpin saudara seperguruannya itu menyeleksi siapapun yang datang yang nantinya akan layak menerima wejangan wahyu makutarama.

Tak lama kemudian garuda mahambira yang tengah terbang mengelilingi gunung melihat kedatangan suryaputra yang diiringi oleh pasukan kurawa, ia segera memberi tau kepada hanoman dan saudara yang lain untuk bersiap menyambut kehadiran tamu tersebut. hanoman segera menyambut dengan baik kedatangan prabu karna, prabu karna pun juga senang bertemu dengan hanoman yang sudah tidak asing dan ternyata hanoman juga menjadi siswa begawan kesawasidhi yang menjadi sarana turunnya wahyu yang akan dicarinya. Prabu karna pun meminta hanoman untuk mengantarkannya menemui begawan kesawasidhi untuk mengambil wahyu makutarama. Dengan spontan hanoman menjadi marah besar karena apa yang dilakukan prabu karna sudah dianggap merendahkan gurunya, dengan niat ingin mengambil seolah-olah sang kesawasidhi adalah bawahannya. Hanoman pun menyuruh prabu karno pergi namun sang surya putra sudah bulat dengan tekatnya, siapapun yang menghalangi akan disingkirkan, maka pertempuran pun tidak dapat dihindari antara pasukan kurawa yang mengawal prabu karna dengan para saudara tunggal bayu yang menjaga keamanan gunung kutarunggu. Para kurawa mundur kuwalahan, prabu karno yang menghadapi hanoman pun juga kuwalahan, keris andalan prabu karna kanjeng kyai jalak tidak dapat melukai hanoman, dan dapat diengkokkan hanoman hanya dengan tangan kosong. Sang surya putra yang sudah kehabisan kesabaran pun segera menggunakan pusaka pamungkas yang selama ini tidak pernah gagal menghabisi musuhnya yaitu pusaka panah sakti pemberian para dewa kanjeng kuntawijayandanu.

Hanoman yang melihat prabu karna mengeluarkan pusaka sakti yang membuat awan tiba-tiba menjadi gelap dan petir menyambar serta tiba-tiba muncul angin itu pun tidak merasa takut, ia segera membaca mantra sakti untuk triwikrama membuat tubuhnya menjadi besar dan melipat gandakan kekuatannya. Panah sakti sudah  dilepaskan hanoman pun tidak bergerak menjauh justru mendekati panah prabu karno tersebut. dengan kekuatannya hanoman berhasil menghentikan laju panah kunta wijayandanu dan menangkapnya dengan tangannya. Serta pergi membawa panah tersebut dengan berteriak kepada prabu karna “wahai prabu karna, lihatlah,, panah pusaka yang menjadi andalanmu bahkan tidak membuat bulu tubuhku rontok, lihatlah panah yang menjadi andalanmu untuk membalas budi dari prabu duryudana ini akan aku bawa pergi jauh darimu”. Setelah itu hanoman segera pergi menjauh dengan terbang ke angkasa. Sang prabu karna yang melihat senjata andalannya dibawa oleh hanoman itu menjadi lemas tak berdaya. Ia bersedih bagaimana akan membalas budi kepada prabu duryudana. Patih sangkuni pun mendekati prabu karna dan ikut berbela sungkawa atas hilangnya pusaka prabu karna, dan mengatakan bahwa sejak awal mencari wahyu adalah ide yang buruk, nyatanya wahyu tidak didapat justru malah kehilangan besar-besaran. Sangkuni mengajak prabu karna untuk kembali pulang ke hastina, namun prabu karna menolaknya. Ia pantang pulang sebelum menemukan kembali panahnya. Dan menyuruh kurawa untuk kembali lebih dulu.

Disisi lain di tengah hutan, arjuna yang sedang melakukan perjalanan menuju gunung kutarunggu sedang dihadang dan dikeroyok oleh empat raksasa yang ganas, tidak biasanya arjuna kuwalahan saat melawan raksasa, bahkan setelah dilepaskan panah arjuna raksasa itu tidak bisa mati, lalu atas nasehat dari semar sang pamong sejati arjuna dianjurkan untuk menggunakan mantra sakti, melihat dari gerakan raksasa yang tidak biasa serta kaki mereka tidak menginjak tanah itu bukanlah raksasa biasa, ternyata mereka adalah wujud keempat anasir dari pendeta yang sudah purna tugasnya yaitu begawan kunta wibisana adik dari rahwana yang menguasai negara alengka yang sekarang diduduki oleh prabu bisawarna anak dari wibisana. Keempat anasir itu sengaja menemui arjuna karena atas petunjuk begawan wibisana arjunalah yang akan menjadi jalan kesempurnaan mereka menyatu kembali dengan sang maha kuasa. Akhirnya arjuna membacakan mantra sakti dan berhasil menyempurnakan mereka. Dan arjuna pun melanjutkan kembali perjalanan ke gunung kutarunggu.

Setelah memasuki area gunung kutarunggu arjuna disambut dengan serangan dadakan dari saudara tunggal bayu. Serangan itu sama sekali tidak dibalas oleh arjuna hingga membuat para saudara tuggal bayu berhenti menyerang. dan mereka bertanya kenapa tidak membalas maka arjuna menjawab dengan tenang bahwa ia datang dengan niat untuk mengabdikan jiwa raga untuk negara dan untuk keseimbangan alam, maka jika dengan  ia diserang dapat menjadi sarana terwujudnya niat tersebut arjuna rela untuk menerimanya. Setelah mendengar hal itu para saudara tunggal bayu tidak langsung percaya karena sebagian besar orang sering berjanji di awal-awal saat akan mendapatkan kedudukan atau jabatan namun setelah mereka mendapatkannya mereka lupa dengan janji-janjinya, arjuna pun beradi memberikan jaminan jika arjuna berani melanggar apa yang dijanjikannya arjuna bersedia menyerahkan jiwa raga kepada para penjaga gunung tersebut atau kekuatan alam/ bersedia menerima hukum karma, setelah itu hanoman sebagai pemimpin tunggal bayu segera menyambut arjuna dan mengantar ke puncak gunung untuk menemui begawan kesawasidhi.  

Disana arjuna disambut baik oleh begawan kesawasidhi,dan atas keberhasilannya naik kegunung dengan berbagai rintangan arjuna diberi panah sakti yang sudah tidak asing lagi baginya yaitu panah kunta wijayandanu, namun arjuna menolaknya karena ia merasa itu bukan miliknya, itu adalah milik sudara tuanya yaitu raja di awangga prabu karna, dan arjuna tidak mau menerimanya, akhirnya sang begawan kesawasidhi mengajak arjuna ke padepokan di atas gunung dan duduk di atas batu, ternyata niat begawan kesawasidhi memberi panah sakti itu adalah menguji keimananjuna, maka setelah arjuna lulus dari ujian itu disana arjuna layak untuk diberi nasehat tentang makutarama yaitu mahkota yang selalu dipakai oleh prabu ramawijaya untuk mengatur negara sebagai raja yang arif dan bijaksana. Makutarama berisi tentang ‘’hasta brata’’ yaitu delapan sifat alam yaitu bumi, air, api, angin, matahari, bulan, bintang dan mendung, sifat bumi adalah sabar sebagai pemimpin harus bisa sabar tidak mudah terbakar api amarah, air adalah menyejukkan suasana, dan menjadi sumber kehidupan sebagai raja dan pemimpin harus bisa menyejukkan umatnya dan menjadi pelindndung bagi kehidupan manusia dan alam,. Api adalah panas yang bisa membakar apa saja berarti sebagai seorang raja harus selalu bisa memberi motivasi dan semangat bagi para bawahannya dan berani menghukum bagi yang salah agar hukum bisa ditegakkan, angin bisa berada di puncak gunung dan bisa berada di bagian bumi paling sempit sekalipun, seorang raja harus bisa menjadi seorang yang adil tidak membeda-bedakan drajad dan kedudukan serta perbedaan agama, golongan dan budaya, matahari memberi kekuatan atau daya namun sinarnya tidak berkurang dan kekal, jadi seorang raja harus selalu memberi manfaat kepada umatnya dan menjadi pengayom. Bulan memberi sinar  dalam kegelapan namun tudak silau, tidak panas, dan sinarnya bersifat menentramkan siapapun yang memandang, sebagai raja harus bisa membagikan ketentraman kepada umat dan masyarakat yang dipimpinnya. Bintang selalu menghiasi gelapnya malam dan bisa menjadi petunjuk jalan,seorang pemimpin harus bisa menjadi seorang yang bijak dan bisa memberi petunjuk kepada bawahannya serta enak dipandang, mendung yang sering diiringi dengan guntur yaitu seorang raja harus berwibawa seperti mendung atau awan hitam, namun setelah hujan turun menjadi sumber kehidupan. Begawan kesawasidhi menjelaskan bahwa ajaran hasta brata adalah ajaran sejati yang meniru sifat alam sebagai ayat yang tersirat di alam semesta, jika semua manusia mau menjalankan fitrahnya sebagai umat manusia sebagai rahmatanlilalamin maka dunia akan damai sejahtera dan alam tidak akan murka.

Arjuna mengucap syukur atas apa yang telah ia capai dan dapatkan dari sang wiku, begawan kesawasidhi pun menitiokan panah kuntawijayandanu kepada arjuna untuk dikembalikan kepada prabu karno, setelah itu arjuna izin untuk kembali, setelah arjuna pergi meninggalkan gunung begawan kesawasidhi pun berubah kembali menjadi wujud aslinya yaitu sang prabu kresna raja dwarawati yang menjadi titisan dewa wisnu yang menjadi awatara/avatar/ wakil / wali dari yang maha kuasa untuk memberikan wahyu kepada arjuna. Di tengah perjalanan arjuna bertemu dengan prabu karna, prabu karna tau jika arjuna sudah mendapatkan wahyu makutarama maka prabu karno meminta sedikit berkah dari wahyu tersebut jika air meski hanya setetes, jika berwujud daun meski hanya sesobek, namun arjuna menjawab bahwa prabu karno lebih membutuhkan benda yang dibawa arjuna dari puncak gunung yang tak lain adalah panah kuntawijayandanu. Prabu karno pun berterimakasih kepada arjuna dan segera kembali ke hastina.

Oleh : Riyadi Setyawan S.Sn

Share:

Senin, 26 September 2022

Bima Bumbu / Prabu Baka

 


 

Bima bumbu

Para pandawa dan dewi kunti yang telah diselamatkan oleh batara antaboga sang dewa penguasa bumi dari kebakaran di bale gala-gala itu sudah kembali kedaratan,mereka melanjutkan perjalanan dan beristirahat di hutan yang berada dekat dengan negara ekacakra. Negara ekacakra adalah negara yang dikuasai oleh prabu baka sang pemangsa manusia, ia selalu memakan rakyatnya, setiap hari rakyatnya harus memberikan wakil untuk dimakan prabu baka. Rakyat di negara ekacakra sudah hampir habis karena setiap hari dimangsa oleh raja mereka sendiri.  Suatu hari sang bima yang tengah kelaparan sedang mencari makanan untuk dirinya dan saudaranya yang sedang menunggu di hutan, bima mendekati daerah ekacakra tersebut untuk mencari makanan, di pinggur desa di dekat hutan tanpa disangka bima menemukan satu gerobak berisi makanan dan buah buahan yang siap untuk dimakan, bima yang sudah berhari hari pun melihat makanan sebanyak itu nafsu makannya langsung bangkit dan dengan cepat bima menghabiskan makanan didalam gerobak tersebut, tak lama kemudian ada seorang nenek datang dan marah besar kepada bima yang telah menghabiskan makanan yang telah susah susah ia siapkan, nenek itu bernama nyai ruminto, ia marah besar kepada bima karena makanan yang berada di gerobak tersebut akan dibawa ke ekacakra sebagai pelengkap makanan prabu baka yang akan memakan keluarganya, bima yang mendengar hal itu segera memohon maaf atas apa yang telah ia lakukan,  bima bersedia menggantikan keluarga nyai ruminto yang akan dimakan oleh prabu baka, bima segera  menjemput ibunya dewi kunti dan para pandawa, setelah mengetahui dewi kunti adalh istri dari prabu pandu raja negara hastina, maka nyai ruminto segera memohon maaf atas apa yang dilakukan kepada bima, dan  dirumah nyai ruminto para pandawa bermalam dan setelah mendengar penjelasan nyai ruminto tentang kebiasaan prabu baka yang suka memakan manusia dan esuk hari adalah giliran keluarga nyai ruminto yang harus menjadi wakil untuk dimakan maka dewi kunti memerintahkan bima untuk memberikan pencerahan bagi masalah yang sedang dihadapi oleh keluarga nyai ruminto, bima menyanggupi hal itu karena bima merasa berhutang saat ia kelaparan ia memakan semua makanan yang disiapkan nyai ruminto, bima sanggup menjadi wakil keluarga nyai ruminto, esuk hari pun telah tiba bima bersama nyai  ruminto berangkat ke negara ekacakra untuk menghadap prabu baka,

di tengah jalan ternyta ada seorang putri raseksi atau raksasa perempuan yang tengah terbang, ia bukan sembarang raksasa namun ia masih trah kesatria meski berwujud raksasa namun satu keluarga memiliki sifat kesatria dan tidak seperti raksasa pada umumnya, ia adalah arimbi putri prabu kala tremboko dari kerajaan pringgandani, ia tertarik dengan bima yang bertubuh kekar dan dengan postur tinggi besar serta telihat gagah, arimbi sudah lama mengamati bima dan tertarik kepada bima sejak bima berada dihutan ekacakra, setelah mengetahui niat bima untuk menjadi wakil di negara ekacakra arimbi pun mengikuti dan memantau bima dari kejauhan, karena arimbi tertarik dengan bima arimbi ingin membuktikan apakah bima benar-benar satria sejati yang gagah berani dan benar-benar sakti sesuai dengan wujudnya yang gagah.   Arimbi mengikutinya dengan cara terbang , jika sudah terlalu dekat arimbi agak menjauh dan jika terlalu jauh arimbi mendekat, .perjalanan bima sudah sampai di negara ekacakra, disana ia bertemu dengan prabu baka, prabu baka menagih kepada keluarga nyai ruminto siapa yang akan dimakan menjadi mangsa lebih dahulu, maka bima mengajukan diri bima lah yang lebih dulu bersedia untuk dimakan. Prabu baka sangat senang dan tertawa terbahak-bahak setelah melihat bima yang bertubuh besar dan kekar, prabu baka belum pernah memakan manusia dengan ukuran sebesar itu, ia berfikir setelah makan ia akan kenyang dalam waktu yang lama, bima yang menjadi wakil keluarga nyai ruminto pun menantang prabu baka, jika prabu baka berhasil memakannya maka bima menjamin bahwa prabu baka akan kenyang selamanya, namun sebaliknya jika prabu baka tidak bisa memangsa bima maka prabu baka harus mati ditangan bima, setelah itu mereka berdua bertempur bertarung habis habisan, bima dengan kekuatannya yang setara dengan seribu gajah dapat lebih unggul dengan prabu baka, prabu baka pun dengan kekuatannya berusaha untuk menjatuhkan bima, dengan taring, kuku dan tubuhnya yang besar, dengan hantaman tangan, tendangan, hantaman tubuh , cakar hingga menggigit, namun bima yang menjadi saudara tunggal bayu yang terkuat tidak mudah untuk dirobohkan, bima dengan cepat menghempaskan prabu baka dan membuatnya kuwalahan, dengan senjata andalan bima yaitu kuku pancanaka bima menusuk perut prabu baka dan membuat organ dalamnya keluar, sehingga prabu baka mati seketika,

arimbi yang melihat kehebatan bima dari kejauhan semakin lama semakin tertarik dan jatuh cinta dengan bima, arimbi berfikir di zaman yang sudah rusak seperti ini masih ada seorang kesatria yang gagah dan memiliki keberanian lebih serta bertanggungjawab yang dibuktikan dengan  kesediaanya menggantikan keluarga seorang yang akan dimangsa oleh prabu baka raja di negara ekacakra itu, pengalaman arimbi melihat bagaimana bima dengan gagah berani bertarung melawan prabu baka tanpa rasa takut ini menjadi awal cerita yang panjang, sejak saat itu arimbi terus terbayang wajah bima sang panenggak pandawa dan siang malam selalu memuji-muji bima meski sedang saat berada di kerajaan pringgandani, hal ini diketahui hingga diketahui oleh kakaknya prabu arimba raja negara pringgandani dan kakaknya pun melarang arimbi meneruskan rasa cintanya itu, karena leluhur bima dan leluhur pringgandani pernah saling bermusuhan hingga mengakibatkan gugurnya prabu kala tremboko raja pringgandani . ia adalah ayah arimbi dan prabu arimba yang sekarang menguasai negara pringgandani. Namun arimbi tetap tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Dengan diam-diam ia tetap memuja-muja bima di dalam hatinya. Dan dalam kisah selanjutnya arimbilah yang akan menjadi penyelamat bima dan menjadi istri bima serta melahirkan kesatria yang tangguh dan gagah perkasa, sakti tanpa tanding.

Disisi lain bima yang berhasil mengalahkan prabu baka dan menyelamatkan penduduk ekacakra dari cengkeraman raja yang gemar memangsa manusia itu. Penduduk ekacakra pun merasa berhutang budi dan berhutang nyawa dengan bima dan para pandawa , hingga mereka mengucapkan janji kepada para pandawa bahwa besuk jika sudah tiba perang besar yang suci yaitu perang antara kebenaran dan kebathilan, perang antara para pandawa dan kurawa, yang lebih populer dikenal dengan perang besar bharata yuda, disana para rakyat di ekacakra bersedia mengerahkan jiwa raga untuk membantu para pandawa menegakkan kebenaran di dalam perang besar itu. Rakyat ekacakra mengucapkan terima kasih kepada dewi kunti dan anak-anaknya para pandawa, dan para pandawa pun segera pergi untuk melanjutkan perjalanan.

Oleh : Riyadi Setyawan S.Sn

Share:

Minggu, 25 September 2022

Bima Lahir / Bima Bungkus

 


Bima Lahir

Awan hitam mengumpul diatas negara hastina pura seolah ikut berduka atas kelahiran seorang anak dari prabu pandu dewanata sang raja agung negara hastina dengan dewi kunti yang lahir dalam keadaan aneh yaitu masih berwujud bungkus,dimana bugkus itu tidak mempan dengan senjata apapun., namun atas petunjuk dari sang ayah yaitu begawan kresnadipayana yang sudah menjadi seorang wiku di pertapan sapta harga, sang bungkus harus dibuang atau diasingkan ditengah hutan agar mendapatkan pangruatan dan bisa terbuka bungkus itu.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga 16(enam belas tahun) bungkus yang diasingkan di hutan itu tidak mati malah semakin besar dan tumbuh selayaknya mahluk hidup pada umumnya,. Sangkuni atau harya suman paman dari para kurawa yang melihat keadaan itu semakin gelisah, karena suman hanya berambisi untuk menguasai negara hastina dengan berupaya menyingkirkan para putra pandu agar para putra destarastra yaitu keponakannya sendiri mendapatkan kekuasaan di negara hastina.

Dengan watak yang licik sangkuni segera mengerahkan para pasukan kurawa untuk pergi ke hutan dan menghabisi putra pandu yang masih berwujud bungkus tersebut. Mereka berangkat dengan membawa senjata lengkap, “waha keponakanku mumpung putra pandu masih berwujud bungkus dan tidak berdaya ayo segera habisi sebelum dia menyusahkan kita dan menghalangi kalian untuk menduduki tahta negara hastina” ujar sangkuni kepada para kurawa.

Sesampainya di hutan ternyata bungkus tidak sendirian, disana bungkus ditemani oleh saudaranya yaitu adiknya arjuna dan puntadewa kakaknya.sesampainya dihutan para kurawa tanpa pikir panjang langsung menyerag bungkus yang masih terbaring dibawah pohon. Dengan sigap arjuna segera menghalangi niat kurawa yang ingin menyerang bugkus itu, arjuna dikeroyok oleh kurawa namun arjuna bisa mengimbangi korawa yang banyak meski hanya sendirian. Puntadewa yang tidak bisa bertarung tetap menjaga bungkus dan memastikan adiknya dalam keadaan aman. Namun ternyata meski si bungkus masih berada didalam bungkus dan belum bisa keluar,ternyata bisa merasakan keadaan diluar, ternyata ia tidak tinggal diam melihat adiknya arjuna bertarung dengan korawa, bungkus itu bergerak dan membantu arjuna menghadapi korawa. Para pasukan korawa kuwalahan dan merasa geli dan takut melihat bungkus yang bisa bergerak menyerang korawa dan tidak mempan dengan senjata apapun itu. Akhirnya korawa yang bersenjata lengkap itu berlari mundur ketakutan.

Di sisi lain keadaan alam bergejolak dan tidak bisa diperkirakan, gonjang ganjing itu membuat para dewa di khayangan hawatir akan terjadi sebuah bencana besar, akhirnya sang batara guru raja dari para dewa mengutus batara kaneka putra untuk mencari tau penyebab terjadinya gejolak alam yang tidak biasa ini. Akhirnya sang batara narada menemukan seekor gajah besar dengan gadingnya yang panjang yang sedang bertapa, setelah ditemui dan ditanya apa alasan ia bertapa segitu hebatnya hingga membuat kegaduhan dikhayangan ternyata sang gajah ini ingin sekali menjadi seorang manusia. Hal ini tidak diperbolehkan oleh para dewa karena dianggap menyalahi kodrat seekor gajah adalah binatang  dan yang ditakdirkan menjadi binatang harus menyelesaikan kehidupanya sebagai binatang, hal ini membuat sang gajah yang bernama gajah seno ini marah dan menantang para dewa untuk membuktikan bahwa ia memiliki kelebihan dan bukan gajah biasa.

Para dewa khayangan yang dipimpin oleh dewa indra kuwalahan , bahkan api dewa brahma pun bisa dikembalikan dengan mudah, hal ini membuat para dewa bingung dan berlari mundur serta menutup pintu gerbang khayangan sembari mencari solusi bagaimana cara untuk menahlukkan  gajah seno tersebut. Sang batara guru mendapatkan ilham bahwa sang dewa bayu sang dewa angin yang bisa menyelesaikan keadaan ini , namun dewa bayu sedang tidak berada di khayangan, dewa siwa atau batara guru segera memanggil dewa bayu dengan menggunakan telepati atau aji pameleng untuk menyelesaikan masalah di khayangan tersebut.

Bersamaan dengan itu jauh di gunung maruta atau gunung angin, sang batara bayu sedang menemui para muridnya yaitu saudara tunggal bayu , siswa dewa bayu memiliki ciri khas yaitu pakaian yang sama, mereka adalah hanoman, gajah setubanda, wiljajahwreksa, begawan maenaka, garuda mahambira, naga kuwera, macan palguna, ternyata sang batara bayu sudah tanggap dengan keadaan alam yang bergejolak, disana sang dewa bayu memberi tau kepada siswanya bahwa sebentar lagi akan ada kesatria yang lahir dengan kekuatan luar biasa, dan kesatria itu akan dijadikan “tetungguling tunggal bayu” atau saudara tunggal bayu yang terkuat yang akan menjadi kesatria yang membawa harapan baru dan berpengaruh besar untuk dunia. Mereka disuruh untuk ikut berdoa dan mengirimkan energi kepada putra pandu yang berwujud bungkus yang dibuang dihutan negara hastina. Setelah menerima pesan lewat aji pameleng dari sang batara guru dewa bayu pun segera menemui gajah seno yang sedang menunggu digerbang khayangan. Dewa bayu memberi tahu kepada gajah seno jika ingin menjadi manusia maka gajah seno harus pergi ke hutan negara hastina, disana ada bayi yang marwujud bungkus, dan dewa bayu menyuruh memecah bungkus itu, itu adalah wujud darma sang gajah seno untuk alam karena dengan membuka bungkus itu maka akan membantu lahirnya seorang kesatria yang akan berpengaruh besar untuk dunia dan menjadi harapan dimasa depan. Gajah seno pun mengikuti anjuran dewa bayu dan segera berangkat ke hutan negara hastina.

Setelah itu, sebelum gajah seno sampai di hutan negara hastina sang batara bayu segera bergegas mendahului ke hutan untuk menemui bungkus itu, disana dewa bayu memberika daya kekuatan angin dari segala penjuru kepada bungkus, dan memberi pakaian seperti apa yang dikenakan siswa batara bayu yang lain yaitu menggunakan kain poleng, gelang candrakirana, dan pupuk emas jarot asem, setelah memberi anugrah kepada bungkus dewa bayu pun segera pergi.

Tak lama kemudian sang gajah seno datang untuk menjalankan darmanya yaitu membuka bungkus di hutan negara hastina, bungkus itu diinjak sang gajah tidak hancur namun malah semakin besar, sang gajah tidak habis fikir dengan kekuatannya yang sangat besar tidak bisa menghancurkan bungkus itu, setelah beberaa lama sang gajah menggunakan gadingnya untuk menusuk dan merobek bungkus setelah bungkus berhasil menusuk bungkus ternyata ada tangan yang sangat kuat yang memegang gading gajah dan mematahkannya, sang gajah sempoyongan dan kaget melihat ada seorang pria dengan tubuh kekar muncul dari dalam bungkus yang dipecahnya, dan heran melihat gadingnya yang telah dipatahkan berubah menjadi kuku pria tersebut. sang gajah yang melihat keadaan itu tanggap dengan apa yang pernah diperintahkan sang dewa bayu, dengan segera si gajah seno segera menyatu dengan pria itu dan menjelma menjadi kekuatan 1000 gajah bagi si pria yang muncul dari dalam bungkus, hal itu juga menjadi sarana terkabulnya keinginan si gajah  yang ingin menjadi manusia, dengan menyatu dengan pria ini maka si gajah tidak hanya menjadi manusia namun juga ikut membantu sang bungkus menjadi harapan besar bagi umat manusia di masa depan dan menjadi kesatria yang berpengaruh besar bagi dunia.

Setelah itu angin besar berhembus namun berbau harum seolah menjadi pertanda akan kelahiran kesatria yang berjiwa mulia, dewa bayu pun hadir bersama para dewa lain yaitu batara guru dan kaneka putra, serta para bangsawan negara hastina, yaitu  arjuna , begawan kresna dipayana, kunti, dan widura serta bangsawan lain ikut berkumpul menyaksikan kehadiran para dewa yang tengah memberikan anugrah kepada pandu dan kunti yaitu pecahnya bungkus yang sudah 16 tahun tidak bisa pecah, putra pandu yang lahir dengan bungkus itu diberi nama gajah seno karena telah mengalahkan gajah seno, juga diberi nama bayu siwi yaitu diangkat anak oleh dewa bayu,  brata sena, bimasena, dan dengan lahirnya bima ini menjadi pengayom bagi para saudara pandawa sekaligus menjadi cahaya penerang didunia satria yang berbudi mulia.

 Oleh : Riyadi Setyawan S.Sn

Share:

Sabtu, 24 September 2022

Gatot Kaca

 

Gatot kaca

Angin besar dengan petir menyambar, awan hitam yang menutupi sang surya seolah tak ada lagi cahaya penerang yang menyinari bumi, Pasukan dengan senjata lengkap berbaris seolah tidak terhitung jumlahnya tengah siap bertempur, bukan pasukan manusia, bukan prajurit biasa namun pasukan raksasa dari kerajaan gilingwesi yang tengah siap menyerbu khayangan, para raksasa dengan taring yang tajam dan kuku yang siap mencabik-cabik dengan bersenjatakan kapa, sabit, pedang dan tombak serta para raksasa bersenjata gada yang tatapan matanya siap merenggut nyawa siapapun yang melintas didepanya. Para barisan raksasa dengan berbagai bentuk dan wujud yang mengerikan siap mencabik dan meremukkan lawan. Pasukan yang dipimpin oleh patih sekipu itu tengah sampai di repat kepanasan suatu tempat di khayangan yang menjadi ajang pertempuran seperti alun-alun, disana dewa indra yang gagah dengan mengendarai seekor gajah putih sebagai wahananya tengah siap menyambut kedatangan para pasukan ini, dewa indra sebagai pimpinan para dewa sudah menyiapkan para pasukan dewa-dewa khayangan yang tengah siap memegang senjata dewa yang memiliki keistimewaan masing-masing.

Dewa indra memberi peringatan kepada para raksasa untuk kembali ke kerajaan mereka, dan mengurungkan niat yang ingin menyerang khayangan dan menguasai khayangan, namun peringatan dewa indra itu malah membuat patih sekipu marah besar menyerang khayagan, perang besar antara pasukan khayangan dengan para pasukan dari gilingwesi pun tak bisa dihindari meski dewa memiliki kelebihan tidak bisa mati namun mereka masih bisa merasa sakit, dan pasukan khayangan kuwalahan menghadapi para pasukan dari negara gilingwesi yang dipimpin oleh patih sekipu tersebut, ternyata patih sekipu sangat sakti , kebal senjata dan dengan cepat bisa mengobrak abrik pasukan khayangan. Bahkan api dari dewa brahma yang selalu menjadi andalan pun dapat dikembalikan hanya dengan hentakan suara keras dari patih sekipu, dan api tersebut justru menyerang balik kepada pasukan khayangan dan mengenai para dewa. Akhirnya dewa narada sebagai wakil dari batara manikmaya menyuruh pasukan untuk mundur dan menutup pintu gerbang khayangan, namun patih sekipu masih memiliki sifat kesatria dan memberi waktu kepada para dewa jika sampai sore hari tidak ada dewa atau wakil sebagai jago para dewa yang menghadapinya maka para dewa dianggap kalah dan khayangan akan diporak porandakan. Sang resi kanekaputra atau dewa narada pun menghadap kepada batara guru sang raja bagi para dewa untuk meminta solusi, maka sang batara guru mendapat penglihatan gaib bahwa yang bisa menyelesaikan adalah pihak para pandawa, dimana arjuna yang tengah bertapa dengan kuat sehingga memiliki daya dan cahaya yang dapat memberi pencerahan di dunia, yang ditandai dengan cahaya seperti tugu yang tegak lurus menjulang keangkasa menembus awan hitam. maka sang batara guru menciptakan senjata super ampuh yang sangat dasyat kekuatannya, tidak akan ada yang mampu menahan serangan dari senjata itu, yaitu senjata kuntawijayandanu berwujud panah sakti beserta warangka atau wadahnya yang berasal dari kayu kastuba mulya yang juga memiliki kekuatan istimewa. Maka berangkatlah sang kanekaputra untuk memberikan anugrah kepada pertapa yang kuat dalam bertapa.

Di sisi lain jauh di negara amarta ternyata para pandawa sedang berduka atas apa yang dialami oleh bima yaitu tali pusar anaknya yang telah lahir dari rahim arimbi  tidak bisa dipatahkan dengan senjata apapun,  sehingga arjuna pun pergi ke tengah hutan untuk mencari solusi dari apa yang dialami oleh kakaknya tersebut. sang resi kaneka putra yang tengah terbang berkeliling untuk mencari arjuna pun melihat ada cahaya terang yang memiliki daya tarik sangat kuat yang menjulang kelangit dan dapat membuat awan hitam menyingkir, kekuatan itu seolah dapat memberikan ketenteraman dan kedamaian bagi dunia, sang kanekaputra pun tidak ragu lagi dengan cahaya ini, ia memastikan bahwa daya itu pasti berasal dari arjuna yang tengah bertapa karena jika hanya orang biasa tidak akan bisa bertapa sehebat ini hingga memberi pengaruh besar terhadap alam, maka sang kaneka putra segera turun dari langit dan menuju kepada sumber cahaya tersebut. disana sang resi kaneka putra melihat sosok kesatria tampan dengan dikelilingi oleh aura cahaya keemasan dan memiliki daya yang kuat,  maka kaneka putra segera membengunkan satria itu serta memberikan pusaka ampuh sebagai anugerah atas apa yang sudah dilakukannya yaitu bertapa dengan kuat maka satria itu berterimakasih kepada dewa narada dan mohon pamit untuk kembali ke petapralaya  yaitu salah satu dewa di negara hastina, dengan terkejut dewa narada bertanya siapa sebenarnya orang ini, maka satria itu menjawab bahwa dirinya adalah surya putra , anak dari kusir negara hastina, maka dewa narada bingung karena salah memberikan anugerah yang seharusnya diberikan kepada arjuna malah salah diberikan kepada suryaputra. Dan ia memintanya kembali namun surya putra dengan sopan menjawab bahwa apapun sabda dewa tidak boleh dicabut karena jika dicabut akan membuat para dewa tidak memiliki wibawa. Dan surya putra segera pergi.

Dewa narada pun kebingungan dan tak lama kemudian ia bertemu dengan arjuna, ia menjelaskan kepada arjuna tentang apa yang tengah terjadi dan memerintahkan arjuna mengejar surya putra yang telah membawa pusaka itu. Dengan cepat arjuna segera mengejar surya putra untuk merebut kembali senjata pusaka yang dibawa oleh surya putra. Surya putra yang telah berhadapan dengan arjuna pun tidak membiarkan arjuna merebut kembali pusaka tersebut, maka pertempuan pun terjadi antara arjuna dengan surya putra. Namun mereka seimbang dan setelah memperebutkan senjata arjuna hanya mendapatkan warangkanya saja dan surya putra mendapatkan pusaka kuntawijayandanu. Arjuna pun menemui dewa narada dan mengatakan bahwa ia hanya berhasil merebut warangkanya saja, dan arjuna menjelaskan tentang apa yang ia cari yaitu mencari anugrah dewa untuk memotong tali pusar anak bima, maka dewa narada segera mengiringi arjuna kembali ke amarta, di amarta para saudara arjuna sudah menunggu dan menyambut arjuna, bima dengan arimbi dan yudistira, kembar nakula dan sadewa , kunti bahkan sri krisna sang titisan dewa wisnu juga ikut menjaga bayi anak dari bima tersebut. maka dewa narada menganjurkan untuk memotong tal pusar itu dengan wadah dari pusaka kuntawijayandanu, karena wadahnya saja sudah sangat sakti. Ternyata tali pusar tersebut berhasil dipotong dengan wadah atau warangka dari kuntawijayandanu dan menyatu dengan tubuh anak bima. Sri krisna pun menjelaskan bahwa menyatunya wadah tersebut adalah anugrah karena akan menjadi kekuatan bagi anak bima, namun perlu diingat suatu saat hanya ada satu senjata yang mempan dan bisa membunuh anak bima yaitu senjata kuntawijayandanu yang warangkanya telah menyatu ke tubuh anak bima tersebut.

Setelah menyelesaikan permasalahan yang terjadi di amarta dewa narada mrminta bantuan kepada pandawa untuk mengalahkan raja gilingwesi dan pasukannya yang telah menyerang khayangan, bima langsung mengajukan diri dan bersedia namun dea narada menjelaskan bahwa raja gilingwesi hanya dapat dikalahkan dengan senjata dewa kuntawijayandanu beserta warangkanya, karena panah tersebut jatuh ke tangan surya putra maka yang di minta untuk menjadi jago para dewa adalah putra bima yang tubuhnya telah disinggahi warangka senjata kunta tersebut. maka dengan berat hati arimbi dan bima menyerahkan anaknya dan bersandar kepada takdir tuhan atas keselamatan anaknya.

Akhirnya dewa narada segera menemui patih sekipu yang telah menunggu diluar pintu gerbang khayangan, patih sekipu tertawa terbahak-bahak dan merasa dihina dan mengatakan bahwa dewa sudah kehilangan nalar dengan mengajukan bayi yang masih berwarna merah ke medan perang. Akhirnya dewa narada menyuruh patih sekipu untuk menunggu sebentar, dewa narada pun membawa anak bima bertemu dengan resi ramayadi yang menjadi seorang pande senjata para dewa, disana resi ramayadi disuruh membuat anak bima tersebut menjadi kuat dan dewasa agar dapat mengalahkan patih sekipu.akhirnya resi ramayadi meminta dewa narada menyuruh para dewa memasukkan senjata dewa mereka ke kawah candradimuka, para dewa pun menceburkan pusaka mereka kedalam kawah, tak lupa dewa guru atau shiwa juga memberi daya kuat kedalam kawah, disana anak bima dilebur dan dijadikan satu dengan senjata para dewa khayangan yang sangat dasyat dan dipuja untuk menjadi dewasa. Maka dengan membaca mantra sakti kawah yang menjadi wadah untuk menghukum atau neraka bagi para pendosa itu mulai bergejolak, awak hitam disertai petir dengan angin besar menjadi pertanda akan kekuatan besar yang akan lahir, tak lama kemudian dari dalam kawah muncul seorang pria perkasa dengan tubuh kekar dan padat mengambang diudara dan segera menghadap dewa narada dan resi ramayadi, beserta batara guru, ramayadi menjelaskan bahwa itu adalah anak bima dengan kekuatan super, berotot kawat tulang besi, kulit tembaga, jari setajam gunting, tangan sekuat senjata cakra, bertubuh  baja, kakinya setajam cangkul dan seluruh tubuhnya adalah pusaka senjata super kuat milik para dewa yang ikut dilebur di kawah, bocah itu diberikan pakaian lengkap berupa pusaka rompi ontokusuma yang membuatnya kebal senjata, kasut prada kacerma yan membuatnya bisa terbang, caping basunanda yang membuatnya tidak kehujanan dan tidak kepanasan serta diberi nama gatot kaca. Dan diangkat anak oleh batara guru dengan nama guru handaya da tetuka, krincing wesi, dan ia ditugaskan untuk menghadapi patih sekipu dan raja gilingwesi prabu kalapracona. Maka gatotkaca segera maju menemui patih sekipu , patih sekipu pun heran melihat gatotkaca yang masih bertubuh manusia namun bisa terbang dan bisa berada dikhayangan, maka pertempuran pun terjadi kekuatan mereka sama-sama kuat sama-sama sakti namun gatotkaca terbang dan menyambar dan mematahkan kepala patih sekipu dengan tangan kosong, para prajurit dari gilingwesi pun dapat dihalau dengan mudah oleh gatotkaca, setelah itu raja giling wesi datang untuk membantu patihnya yang tengah gugur, akirnya gatotkaca berhadapan dengan prabu kala pracona, meski pertarungan berlangsung lama karena mereka sama-sama memiliki kekuatan yang besar namun pada akhirnya gatotkaca berhasil mengalahkan prabu kala pracona. Setelah berhasil mengalahkan raja gilingwesi gatotkacadiberi anugerah untuk menjadi raja di khayangan walau hanya sekejap. Dan para pandawa pun bersyukur atas apa yang telah diterima oleh bima dan arimbi yaitu seorang putra dengan kekuatan super yang menjadi jago para dewa saat baru lahir. Kelak gatotkaca inilah yang akan meneruskan tahta kerajaan pringgandani sebagai kacanagara.   


Oleh : Riyadi Setyawan S.Sn

Share:

Jumat, 23 September 2022

Tugu Wasesa

 


TUGU WASESA

Alam sudah kurang bersahabat, Keadaan negara yang sudah tidak mendukung kehodupan masyarakat dan membuat rakyat kecil menderita atas ketidakadilan para pemimpin khususnya di negara hastina  sebagai negara besar yang diakui dan ditakuti oleh negara-negara lainnya, yang kaya makin kaya, yang miskin makin menderita, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, banyak yang mati karena kelaparan dan banyak rakyat yang beralih profesi agar bisa menyambung hidupnya, alam kurang bersahabat, banyak terjadi gempa, dan lumpur panas muncul dari dalam tanah, seolah bumi tidak kuat menyangga dosa manusia,

Namun disisi lain, para bangsawan dan punggawa kerajaan hidup dengan tenang, mereka tetap bisa menikmati makanan yang enak, pakaian sutra dan perhiasan mahal, berjalan diatas permadani yang harum dan tidur dengan nyenyak, seolah tidak menghiraukan apa yang sudah terjadi diluar tembok, seolah tidak mau tau atas apa yang terjadi kepada masyarakatnya, seperti halnya prabu duryudana sang raja besar dari negara astina pura yang setiap hari hanya berfoya-foya dengan kekayaannya.

Hal ini membuat hati bima sang panenggak pandawa tidak kuat dengan apa yang terjadi, bima  yang menjadi senopati andalan atau kesatria terkuat di negara amarta ini pun memutuskan untuk pergi keluar dari kasatyan jodhipati, ia pergi tanpa pamit dan tidak membawa apapun dari kasatriannya, ia ingin menegakkan keadilan dengan caranya, ingin mengubah nasib rakyat dengan caranya sendiri karena merasa keadilan sudah tidak berpihak kepada rakyat, dan hanya berpihak kepada mereka yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan.

Ditengah perjalanan sang bima bertemu dengan saudara tunggal bayu atau saudara seperguruannya yaitu resi kapiworo/hanoman, gajah situbanda, naga kuwera, garuda mahambira,resi maenaka dan wiljajahwreksa, para saudara seperguruannya pun juga merasakan hal yang sama yaitu ingin merubah keadaan dan nasib rakyat yang tengah dilanda ketidakadilan raja mereka.

Akhirnya bima dan para saudaranya itu pergi ke negara gilingwesi dimana negara ini biasanya memiliki raja yang bersifat antagonis atau sering dikuasai oleh aja yang bersifat jahat, dengan kekuatannya serta dibantu oleh saudaranya, bima menahklukan raja di kerajaan gilingwesi itu, dan memutuskan menjadi raja gilingwesi dan menguah namanya menjadi prabu tugu wasesa.

Para kakak seperguruannya pun mendukung apa yang dilakukan oleh bima, hanoman menjadi senopati utama dan menggempur serta membedah negara-negara disekitarnya dimana negara-negara yang dijajah itu rajanya ditahlukkan dan dipenjara, semakin hari semakin banyak negara-negara yang dibedah oleh pasukan gilingwesi yang dipimpin oleh hanoman yang tengah menyamar, negara-negara besar dijajah dengan mudah , dan tinggal negara hastina, mandura, dwarawati dan amarta yang tidak lama lagi akan diserang.

Suatu hari dengan tidak mengirimkan surat penantang para pasukan gilingwesi mengepung negara hastina , prabu duryudana pun kaget dan bingung, namun sang adipati karna senopati andalan negara hastina pun maju dan memimpin pasukan untuk menghadapi para prajurit dari negara gilingwesi, sesampainya dimedan perang para prajurit pun bertarung habis-habisan namun prajurit hastina tidak mampu menghadapi prajurit gilingwesi yang dipimpin ole anoman,

Ditengah pertempuran, hanoman yang tengah menyamar berhadapan dengan sang suryaputra atau adipati karna,sang surya putra marah dan mengatakan prajurit gilingwesi tidak mempunyai sopan santun dalam perang, dengan tidak mengirimkan surat penantang perang. Namun sang hanoman menjawab bahwa negara hastina sering menjajah negara lain dengan tidak mengirimkan surat penantang perang, sekarang negara-negara yang selalu bertindak sesuka hati akan menerima balasan atau karma atas apa yang telah dilakukannya, dan hanoman mengatakan bahwa kehancuran hastina tidak akan lama lagi dan akan terjadi di pertempuran ini.

 Prabu karna pun kuwalahan menghadapi hanoman , bahkan setelah ia menggunakan panah sakti pemberian dewa, yaitu senjata andalan negara awangga panah kunta wijayandanu pun tidak berhasil membunuh hanoman, dan pasukan hastina bubar setelah prabu karna diringkus oleh sang kapiwara. Negara hastina dijajah oleh kerajaan gilingwesi, sang prabu duryudana pun melarikan diri ke mandura untuk memohon pertolongan dari sang prabu baladewa yang terkenal kuat dan sakti serta memiliki pusaka nenggala yang ampuh.

Prabu baladewa pun sangat marah setelah mendengar kabar tentang hastina yang dibedah oleh nggilingwesi, dan memimpin pasukan untuk perang,perang besar pun terjadi antara prajurit mandura dan gilingwesi.  setelah berhadapan dengan prajurit gilingwesi prabu baladewa tidak berkutik dan berhasil diringkus oleh pasukan dari gilingwesi, hal ini membuat prabu duryudana ketakutan, dan akhirnya prabu duryudana pun ditangkap oleh pasukan gilingwesi, patih sengkuni yang merupakan patih dari negara hastina benar-benar syok dan ketakutan melihat apa yang terjadi, kekayaan dan kekuasaan yang berlimpah dalam sekejap menghilang, negara dijajah oleh negara musuh, akhirnya patih yang memiliki sifat licik ini melarikan diri ke negara amarta untuk meminta bantuan,

Di negara amarta kebetulan sang prabu kresna sang raja dari dwarawati juga sedang ada disana, karena negara amarta sendiri sedang kelilangan besar-besaran yaitu perginya bima yang merupakan senopati terkuat negara amarta, yang membuat dewi arimbi sang istri bima bersedih hingga berbulan-bulan, setelah mendengar  hal itu maka sri krisna menemui raja gilingwesi prabu tugu wasesa, krisna meminta penjelasan atas apa yang telah dilakukan oleh raja gilingwesi tersebut. raja giling wesi pun menjelaskan bahwa sanya dunia sudah tidak adil, keadilan hanya tinggal cerita, khususnya di negara hastina, yang pemimpinya hanya berfoya-foya namun masyarakatnya menderita, maka sang prabu tugu ingin menegakkan keadilan dengan caranya sendiri yang tegak lurus bagai tugu. Ia beserta keempat saudaranya masing-masing akan menegakkan akan ajaran ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan, dengan demikian maka dunia akan kembali damai dan rakyat negara hastina akan sejahtera, dan jika ada menghalangi dan membela negara hastina akan dianggap musuh dan diringkus termasuk sri krisna sekalipun. krisna bersedia ditangkap asal prabu tugu berhasil mengalahkan senopati pilihan krisna, tugu wasesa pun menantang silahkan mendatangkan pasukan dewa sekalipun untuk mengeroyok, raja gilingwesi ini tidak akan takut.

Akhirnya yang dipilih oleh krisna adalah arimbi sang istri dari bima, akhirnya arimbi maju untuk menghadapi raja gilingwesi tersebut, arimbi gemetar melihat raja gilingwesi, ia teringatdenga sang kekasih yang selalu melindungi dan menjaganya yaitu sang bima, raja gilingwesi pun menganggap krisna pengecut dengan mengajukan seorang wanita ke medan perang untuk menghadapi prabu tugu wasesa, namun krisna dengan tenang menjawab jika prabu gilingwesi bisa mengalahkan arimbi maka ia akan bersedia mengaku kalah dan bersedia dipenjara , atas perintah dari krisna yang cerdik maka arimbi yang sudah sangat lama bersedih atas hilangnya bima tersebut disuruh untuk menghaturkan salam hormat kepada prabu tugu wasesa sebagaimana ia memberikan salam hormat untuk bima, arimbi bingung dengan apa yang diperintahkan oleh krisna namun ia tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh krisna, akhirnya setelah mendapatkan salam hormat dari arimbi sang prabu tugu wasesa pun segera menggendong arimbi dan melepaskan mahkota yang dipakainya, dan berubah kewujud asli yaitu sang bima panengak pandawa.


Oleh :Riyadi Setyawan S.Sn

Share:

Kamis, 22 September 2022

Sambutan dari Ki Purbo Asmoro S.Kar., M.Hum Untuk Cerpen Wayang Karya Riyadi Setyawan S.Sn

 


Sambutan dari Ki Purbo Asmoro S.Kar., M.Hum

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa, saya Ki Purbo Asmoro menyambut baik dengan tulisan cerpen tentang wayang yang ditulis oleh saudara Riyadi Setyawan, dan saat ini cerpen-cerpen yang bernuansa wayang itu sangat jarang dan kurang banyak, dengan tulisan ini diharapkan mampu mengangkat pesan-pesan moral yang ada di dalam wayang itu sendiri yang kemungkinan besar pada era sekarang dan yang akan datang akan sangat berguna untuk pendidikan karakter dan sebagai pesan-pesan masalah-masalah kehidupan yang mana mampu membangun manusia , semoga menjadi manusia seutuhnya dan wayang hanya sebagai media untuk menyampaikan pesan saja. Terima kasih semoga bermanfaat.

Share:

Total Tayangan Halaman

BTemplates.com